HTML Cimahi: Unik
Tampilkan postingan dengan label Unik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Oktober 2011

Bentuk Parfum Masa Kini, Pil Telan

Tak sulit mengenali wujud parfum di pasaran. Paling umum berupa cairan bening yang dikemas dalam botol-botol semprot cantik. Tapi, ada juga yang berupa krim, minyak pekat, atau cairan dalam kemasan roll-on. Tapi, pernahkah Anda melihat parfum dalam wujud pil atau kapsul telan?

Lucy McRae, seorang seniman di bidang mode dan teknologi yang berbasis di Belanda, tengah mengembangkan jenis parfum paling inovatif yang mereka perkenalkan sebagai Swallowable Parfum. Wujudnya berupa pil atau kapsul yang penggunaannya dengan cara ditelan.

Melalui proses metabolisme di dalam tubuh, pil akan memicu molekul tertentu yang dapat melepas aroma wangi melalui pori-pori kulit. Klaimnya, dapat mengubah aroma keringat yang tak sedap menjadi wangi sesuai selera.

Bekerja sama dengan pakar biologi sintetis, Sheref Mansy, McRae berharap pil parfum tersebut dapat menciptakan kulit 'kedua' yang dihasilkan melalui proses sintesis alami dari dalam tubuh, seperti dikutip Daily Mail.
Dengan ide serupa, sebuah produsen kecantikan ternama juga tengah melakukan kajian untuk mengembangkan kapsul pengganti tabir surya. Harapannya, hanya dengan menelan pil tersebut, seseorang tak perlu lagi repot mengoleskan tabir surya untuk melindungi kulit dari bahaya ultraviolet.

Parfum Golongan DarahInovasi parfum tak hanya dari sisi kemasan. Sebuah rumah parfum asal Italia menciptakan rangkaian aroma berdasarkan golongan darah: Blood Concept.

Dalam botol-botol mungil berpipet, mereka menyajikan empat aroma yang dirancang untuk menyelaraskan empat tipe darah manusia, A, B, AB, dan O.  "Darah menjadi bagian tubuh manusia yang memegang banyak rahasia," kata juru bicara perusahaan parfum tersebut.

Jumat, 16 September 2011

Lumba-lumba Jenis Baru Ditemukan di Australia

NEW DELHI - Para ilmuwan Australia secara resmi bahwa mereka menemukan spesies baru ikan lumba-lumba di wilayah Victoria, Australia.

Seperti yang dikutip dari The Hindu, Jumat (16/9/2011), para ilmuwan menemukan spesies baru tersebut pada koloni ikan lumba-lumba di pantai Port Phillip Bay di Victoria dan danau Gippsland Lakes.

Menurut jurnal jurnal PLoS ONE, yang mempublikasikan berita tersebut, penemuan ini merupakan kali ketiga sejak abad-19, bahwa sebuah spesies terbaru ikan lumba-lumba telah ditemukan.

Lumba-lumba tersebut awalnya diduga sebagai lumba-lumba jenis hidung botol lainnya, tapi setelah diteliti struktur tulang dan karakteristik lainnya, disimpulkan bahwa lumba-lumba tersebut merupakan seekor spesies baru, yang bernama Tursiops Australis.

"Ini merupakan penemuan yang luar biasa, karena hanya ada tiga jenis lumba-lumba terbaru yang diidentifikasi sejak tahun 1800-an. Ternyata selama ini lumba-lumba tersebut hidup di sekitar kita, yakni di pantai Port Phillip Bay di Victoria dan danau Gippsland Lakes," ujar Kate Charlton-Robb, peneliti dari Monash University.

"Penelitian ini juga menunjukkan masih banyak penemuan yang menunggu untuk ditemukan oleh manusia," pungkasnya.

Kamis, 15 September 2011

Inilah Keunikan Laut Mati, Perbatasan Israel - Yordania

 

Laut Mati ialah danau yang membujur di daerah antara Israel, Daerah Otoritas Palestina dan Yordania. Di 417,5 m di bawah permukaan laut, merupakan titik terendah di permukaan bumi.
Laut Mati amat asin, yang membuatnya tak mungkin bagi makhluk hidup untuk hidup. Inilah alasan namanya. Bagaimanapun, ini tak benar-benar mati, karena beberapa jenis bakteri bisa hidup di sini.
Karena airnya begitu asin, orang bisa mengapung dengan mudah di Laut Mati tanpa kesulitan. Wisatawan datang dari seluruh dunia untuk mengapung di sini.
Kali ini saya mau sedikit membahas laut mati, Tidak seseram namanya, laut mati merupakan sebuah Danau asin (bukan laut, karena berada pada daratan), istilah laut di pakai dikarenakan luasan nya yang mencapai 76 Km panjangnya dan memiliki lebar 16 Km, jadi bisa di bayangkan kalau danau ini begitu luas ( tapi danau ini telah mengalami penyempitan dan pengurangan debit air dikarenakan oleh penguapan yang berlebihan dan kurangnya pasokan air dari Sungai Jordan). Okelah, untuk selanjutnya kita sebut saja danau ini Laut.
Kadar garam yang begitu besar pada laut ini membuat kita bisa mengapung diatasnya tanpa susah susah berenang, bahkan sambil membaca buku sekalipun! Aneh memang, tapi itulah kejadian alam. Konon kadar garam di laut mati ini mencapai 31.5 % ( itu berarti 9 kali lipat dari kadar garam laut normal yang sekitar 3,5 %. Karena kadar salinitas nya tersebut maka manusia bisa mengapung di atasnya.
Salah satu cerita mengenai asal muasal laut ini adalah cerita mengenai kaum Nabi Luth, yang bercerita tentang bagaimana hancurnya moral manusia kala itu (sodom gomorah) yang melakukan hubungan sexsual sejenis, terlepas dari cerita itu semua laut mati ini memiliki cerita lain dari segi ilmiah yaitu mengenai kadar garam nya yang tinggi. Terjadi penurunan debit air di laut ini yang mencapai 1 meter tiap tahun nya dikarenakan jumlah air yang masuk dari sungai jordan banyak di pakai untuk keperluan irigasi sehingga pasokan ke laut ini menjadi berkurang dan penguapan nya sangat tinggi, inilah yang menyebabkan mengapa laut ini menjadi asin. Tak ada ikan yang hidup di situ, dan air laut mati bila terkena mata akan sangat perih.
Di balik itu semua lumpur laut ini memiliki khasiat tersendiri bagi kaum wanita khususnya sebagai penghalus kulit (Lulur Lumpur laut ).Selain kandungan garam yang amat sangat tinggi, air Laut Mati juga banyak mengandung kalium, magnesium, dan bromium, mungkin karena itulah lumpur laut mati ini dianggap sangat berkhasiat. Israel, Palestina dan jordania sepakat untuk menyelamatkan laut mati ini karena dampak bila terjadi kerusakan pada ekosistem laut mati ini akan sangat buruk bagi kawasan tersebut, tindakan penyelamatan antara lain menyuplai air dari laut merah ke laut mati dengan membuat kanal kanal untuk menghubungkan kedua laut tersebut yang jaraknya sekitar 200 Km.
Permukaan air Laut Mati diperkirakan telah mengalami penyusutan dari 392 meter di bawah permukaan laut menjadi 416 meter dan sedang menurun ke tingkat yang sangat mengkhawatirkan